JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengaku belum terima surat pengaduan dari sejumlah nabasah pialang berjangka komoditi. Padahal surat itu dikirim 22 Desember 2015 lalu.
“Ngak tau sih, saya belum lihat, saya tanya nanti ya,” ujar Mendag Rachmat Gobel singkat saat ditemui citraindonesia.com, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Sebelumnya, Achmad Amir, juru bicara para korban mengatakan surat itu dilayangkan ke meja tugas Menteri Rahmat Gobel untuk menceritakan adanya miliaran uang mereka diduga dibawa kabur oleh oknum perusahaan Pialang yakni PT Rex Capital Futures (PT RCF).
Karena perusahaan itu berada dibawah pengawasan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan, Sutriono Edi, yang notabenenya juga binaan Mendag Rahmat Gobel.
Berikut isi suratnya:
Kami yang bertanda tangan dibawah ini,
1. Nama: Achmad Amir
No. KTP: 317401040870004
No. Account PT. Rex Capital Fictures: 871107
Setoran Awal: IDR
Nilai Balance Statement terakhir: US$120.511,36
Nilai Kerugian dalam IDR: Rp1.205.113.600
No. Account PT. Rex Capital Fuctures: 871116
Setoran Awasl: US Dollar
Nilai Kerugian: USD 36.866,82
Nilai kerugian dalam Kurs IDR saat ini 22 Desember 2014 = 12.455: Rp459.176.243,10
a. Mewakili Account atas nama: Harris Sorimuda Dalimunthe
No. Account PT. Rex Capital Fucture: 87111
Setoran Awal: IDR
Nilau Balance Statement terakhir: US$50.633,94
Nilai Kerugian: Rp506.339.400
b. Mewakili Account atas nama: Budiman Darmosutanto
No. Account PT. Rex Capital Fucture 871118
Setoran awal: IDR
Nilai Balance Statement terakhir: US$41.040
Nilai kerugian: Rp.410.400.000
c. Mewakili Account atas nama: Leni Kamelia Saraswati
No. Account PT. Rex Capital Fuctures: 811878
Setoran awal: IDR
Nilai balance statement terakhir: US$10.960
Nilai Kerugian: Rp109.600.000
2. Nama: Mickhael Marthin P
No. KTP: 3174010408740004
No. Account PT. Rex Capital Fuctures: 811887
Setoran awal: IDR
Nilai Balance Statemen terakhir: US$8.170
Nilai kerugian: Rp817.000.000
No. Account PT. Rex Capital Fuctures: 811893
Setoran awal: IDR
Nilai balance statement terakhir: US$49.906,41
Nilai kerugian: Rp499.064.100
3. Nama: Agung Sabarkah
No. KTP: 34710901057100
Mewakili account atas nama: PT. Anugrah Singgah Sentosa
No. Account PT. Rex Capital Fuctures: 87112
Setoran awal: IDR
Nilai balance statement terakhir: US$103.039,70
Nilai kerugian: Rp1.030.397.000
Semua nama yang tersebut diatas setelah sendiri-sendiri dan bersama-sama melakukan segala daya upaya mencari keadilan dan kebenanran menyangkut hak dan kewajiban sebagai nasabah sekaligus pelaku usaha dalam perdagangan berjangka komoditi dalam bursa Berjangka Jakarta, dengan naungan pengawasan dan perlindingan BAPPEBTI yang berfungsi diantaranya yaitu: melindungi kepentingan masyarakat yang berinvestasi dalam usaha ini agar tercipta pelaksanaan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan kegiatan perdagangan berjangka setra pasar fisik dan jasa.
Bahkan semua nasabah tersebut sudah melakukan berbagai tahapan upaya guna menuntut ganti rugi dari dana kompensasi oleh Bursa Berjangka kepada mereka sebagai nasabah yang timbul akibat cedera janji atau pelanggaran yang dilakukan pialang berjangka.
Sebelumnya, para nasabah pialang berjangka komoditi ini sudah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel merevolusi mental Kepala Bappebti, Sutriono Edi hingga jajarnnya.
Para korban ini menilai para pejabat negara itu lalai memproteksi aset para nasabah bisnis foreign exchange (forex) sehingga dirugikan miliaran rupiah.
“Kami ini 8 orang dari 36 orang korban yang dirugikan. Kerugian kami Rp5.097.132.500. Kami suda melaporkan kasus ini ke Kepala Bappebti Bapak Sutriono Edi. Tapi jawabannya cuma saba- sabar dan sabar. Karenanya kami meminta Pak Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel merevolusi mental Kepala Bappebti Pak Sutriono Edi dan jajarannya,” tegas juru bicara para korban, Achmad Amir, kepada wartawan di Restoran Penang Bistro, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2015). (pemi)
Sumber Berita: CitraIndonesia.com: Pemi- Feb 17, 2015



0 comments:
Post a Comment