Home » , , , , » Nasabah Pialang Desak Presiden Jokowi Revolusi Mental Kepala Bappebti!

Nasabah Pialang Desak Presiden Jokowi Revolusi Mental Kepala Bappebti!





JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Para nasabah pialang berjangka komoditi, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel merevolusi mental Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Bappebti), Sutriono Edi dan jajarnnya. Karena dinilai lalai memproteksi aset para nasabah bisnis foreign exchange (forex) sehingga dirugikan miliaran rupiah.
“Kami  ini 8 orang dari 36 orang korban yang dirugikan. Kerugian kami Rp5.097.132.500. Kami suda melaporkan kasus ini ke Kepala Bappebti Bapak Sutriono Edi. Tapi jawabannya cuma saba- sabar dan sabar. Karenanya kami meminta Pak Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel merevolusi mental Kepala Bappebti Pak Sutriono Edi dan jajarannya,” tegas juru bicara para korban, Achmad Amir, kepada wartawan di Restoran Penang Bistro, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2015).
Kasus ini berawal dari terbitnya SK Kepala Bappebti Sutriono Edi No.09/BAPPEBTI/KEP-PENCABUTAN/SA/11/2014, mencabut izin operasional Perusahaan Pialang Berjangka atas nama PT Rex Capital Futures (PTRCF). Dan sebelumnya kepada perusaan tersebut juga dibekukan sesuai SK Kepala Bappebti No. 05/BAPPEBTI/KEP-PEMBEKUAN/08/2014.
“Pencabutan izin PT Rex Capital Futures ini inkrah. Karena SK Kepala Bappebti ini sama dengan sebuah Kepres. Sejatinya, jika Kepala Bappebti taat hukum, harus terlebih dahulu mempertemukan Pimpinan PT Rex Capital Futures dengan para nasabahnya. Lantas ditanyakan, masih adakah uang atau aset para nasabah yang tersangkut atau tidak di PT Rex. Nah kalau tidak ada, baru terbitkan SK mencabutan. Itu yang benar! Tapi itu saya duga tidak dilakukan. Terbutki izin perusahaan dicabut dan uang kami hilang. Kami mau tagih kepada siapa? Pengusahanya sudah raib entah kemana. Dan pihak Bappebti ketika kami desak, bisanya cuma bilang sabar. Ini menyakitkan,” tandas Amir dengan nada tinggi.
Atas kasus ini, ” Kami juga sudah menyurati Menteri Menteri Perdagagan Bapak Rahmat Gobel. Tapi sampai sekarang belum ada juga jawabannya. Entahlah- kami ini sudah galau. Sudah tidak tahu mau mengadu kemana. Saya minta Kepala Bappebti Sutriono Edi diganti. Karena ia tidak bisa melindungi hak- hak nasabah perusahaan Pialang. Padahal  itu tugasnya, Ada undang- undangnya. Bahwa setiap pencabutan izin usaha, SK Kepala Bappebti selalu berbunyi bahwa pencabutan izin tidak menghilangkan tanggung jawab terhadap aset nasabahnya. Nah ini buktinya aset kami raib. Artinya  dia (Sutriono Edi) gagal melindungi hak- hak nasabah. Ada apa Sutriono Edi dengan Pialang?,” tegasnya.
Ia juga menyatakan bahwa jajaran direksi PT Rex Capital Futures sudah dilaporkan ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya No:LP/3762/X/2014/PMJ/Dit Reskrimsus tanggal 16 oktober 2014.
Ia menjelaskan nama- nama pimpinan teras PT Rex Capital Futures yang dilaporkan itu antara lain, Yanuar Norman Haris (direktur), William Samuel Wijnberg (pemegang saham) dan Silvia Kusumaningrum (Komisaris).
“Kami sudah laporkan kasus ini ke aPolda Metro Jaya. Dan sudah ada beberapa orang yang diperiksa penyidik. Dan kami akan terus mengikuti kasus ini hingga hak- hak kami ini dikembalikan kepada kami oleh Norman Haris, William dan lainnya. Kami bukan lost (kalah) tapi itu equity (uang) kami sendiri,” pungkasnya.
Namun sejauh ini direksi PTRCF belum dapat dikonfirmasi oleh media ini. Bahkan Kepala Bappebti, Sutriono Edi, yang dihubungi lewat ponselnya malah dirijek. (pemi/olo)

2 comments:

  1. Kalau bilang sabar sih semua orang bisa :) memang kasihan kepada trader yang memang kehilangan dana saat melakukan trading dan sekarang ini saya memperoleh keuntungan dari trading yang saya lakukan di broker octafx dimana selama ini saya tidak mengalami masalah saat melakukan deposit dan penarikan dana dengan instan

    ReplyDelete
  2. Itulah salah satu kelemahan jika regulasi broker baru terbatas domestik di wilayah indonesia, seharusnya harus dapat memiliki regulasi berskala internasional, coba cek forex broker reviews, mereka rata-rata teregulasi dengan baik.

    ReplyDelete

 
Contact us: kasusrcf@gmail.com
Copyright © 2015. TIM INVESTIGASI KASUS PT. RCF - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger