Jakarta -Nasib memang tak bisa ditebak. Uang perusahaan yang sedianya diinvestasikan untuk bisa dikembangkan, raib begitu saja tak ada bekasnya.
Pria berusia 44 tahun ini percaya, jenis investasi yang ditawarkan sahabatnya ini masuk akal. Layaknya investasi jenis lain, ada untung ada juga risiko rugi. Uang Rp 200 juta pun ia percayakan untuk ditransaksikan di forex melalui jasa pialang PT Rex Capital Futures (RCF).
Direktur Operasional di PT Anugerah Singgah Sentosa ini mengatakan, ia mulai berinvestasi di forex pada Oktober 2013, semula berjalan lancar dan ia terus menambah saldonya hingga mencapai Rp 1,3 miliar.
Kejanggalan mulai muncul di bulan Desember 2013 hingga Januari 2014 saat Agung hendak mencairkan dananya. Uangnya tidak bisa ditarik. Sang pialang beralasan transaksi lagi sepi dan belum bisa ada pencairan dana.
Merasa aneh, Agung pun meminta seluruh dananya ditarik. Bukannya dapat uang, sang pialang menebar jurus iming-iming memberikan bunga tinggi jika Agung tetap menahan uangnya.
"Saya percaya saja. Tapi kok makin aneh, janggal. Akhirnya sampai sekarang uangnya nggak balik, orang-orang itu (Rex Capital) nggak bisa dihubungi lagi, uang saya dibawa kabur," jelas dia.
"Saya dikasih waktu 1 bulan untuk ganti uangnya kemudian saya nggak sanggup akhirnya diundur 3 bulan," katanya.
Tak ada cara lain, Agung pun memberanikan diri cari utang lewat perbankan. Tak hanya itu, Agung yang warga Sleman, Yogyakarta ini rela menjual tanah warisannya di sana seluas 680 meter persegi demi menutup uang yang hilang tersebut.
"Saya pinjam ke bank, Alhamdulillah bank masih percaya. Saya juga jual tanah warisan saya di Yogya, yang penting saya bisa ganti uang yang hilang," ungkap dia.



0 comments:
Post a Comment